Selasa, 17 Maret 2015

Raja Ampat


BELANTARA INDONESIA TIMUR Kepulauan Raja Ampat, pernah mendengar?

 Tentu, karena kepulauan ini sangat terkenal di penjuru bumi dan hebatnya, terletak di Pulau Papua Bagian barat. Raja Ampat adalah tempat wisata yang kaya akan keindahan lautnya. Raja Ampat adalah Raja Terumbu Karang. Jadi bagi anda yang menyukai diving atau menyelam, belum lengkap rasanya jika belum pernah menyelam dikepulauan Raja Ampat. 




Jadi jangan heran, penduduk Kepulauan Raja Ampat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Selain itu di sana juga dilakukan budidaya mutiara,dan rumput laut yang mampu menjadi komoditi ekspor, dan dijual ke Australia, Selandia Baru, Cina, dan Jepang. Ada pula penduduk yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan kelapa dalam, di Pulau Pam, Kofiau, dan Salawati. Bahkan beberapa pulau mempunyai potensi pertambangan emas, batu bara, migas, nikel, dan kawan - kawan tentunya. Flora fauna terlengkap di dunia Letak Kepulauan Raja Ampat ini adalah di bagian barat pulau Papua, provinsi Irian Jaya Barat, tepatnya lagi, di bagian kepala burung Papua. Bisa dibilang, letaknya adalah 50 mil sebelah baratLaut Sorong. Raja Ampat telah diakui oleh dunia sebagai salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving alias menyelam. Jadi, jangan puas dulu kalau hobi diving tapi belum ke Raja Ampat! Oleh para wisatawan yang pernah menyelam di sini, perairan Raja Ampat dianggap memiliki flora dan fauna terlengkap di dunia. Karang ( coral ) nya mencapai 537 jenis. Rumah terbesar terumbu karang Penelitian tahun 2001 - 2002 melaporkan terdapat lebih dari 540 jenis karang keras ( 75% dari total jenis di dunia ), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, serta catatan tertinggi bagigonodactyloid stomatopod crustaceans. Berarti 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Halmahera Edy Kondisi perairan di Kepulauan Raja Ampat dipengaruhi oleh massa air dari Samudra Pasifik Barat. Buktinya adalah, adanya arus yang bergerak dari arah timur menuju timur laut ( North-East ) dan sejajar dengan daratan besar Papua bagian utara.


 Ketika sampai di Laut Halmahera yang berada di utara Raja Ampat, sebagian arus itu bergerak ke selatan dan menuju Alur Pelayaran Jailolo. Ada juga sebagian kecil arus yang membelok ke arah Selat Dampier. Sekedar info, Selat Dampier adalah selat yang menghubungkan Pulau Batanta dan Pulau Waigeo. Sebagian besar dari arus itu kemudian berbalik arah ke Samudra Pasifik. Nah, arus inilah yang dinamakan Halmahera Edy oleh para peneliti. Adanya arus ini membuat perairan di Raja Ampat menjadi sangat subur. Ditambah lagi, suhu permukaan air lautnya sekitar 28oC hingga 27oC di kedalaman tertentu. Cahaya bisa menembus hingga 30 - 37 meter dengan salinitas yang sangat tinggi. Itu sebabnya, terumbu karang sangat melimpah ruah di Raja Ampat. Plankton - plankton yang menjadi bagian dari ekosistem terumbu karang juga melimpah. Ekosistem terumbu karang itu mampu mengelola makanannya sendiri secara aktif bagi organsisme - organisme di dalamnya. Walaupun terumbu karang biasanya tumbuh di kawasan perairan laut yang oligoptrik ( yang memiliki unsur hara dan nutrien yang sangat sedikit ). Maka tak heran, bila perairan Raja Ampat adalah tempat berkumpulnya aneka ragam spesies ikan karena kebutuhan makanan produsen ( plankton ) hingga konsumen ( ikan - ikan ) terpenuhi. Ingin menuju ke Raja Ampat? Selamat berwisata ......
Dikutip dari : http://www.belantaraindonesia.org/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar